Bulan dan Bintang Pun Menangis

Bulan dan Bintang pun Menangis Lebih dari, ah… bahkan tak terhitung lagi amat banyak warta televisi tersuguh tiap Emak menanak nasi hanya itu itu saja; basi. Politisi berhadapan politisi bicara dengan segudang temuan teori teori berlandaskan lima sila -demokrasi...

[Rasa] tanpa judul

Aksara-aksara melingkari hati, tanda tanya– tanpa jawab renda merenda, inilah artikulasi dalam bunyi di antara selipan kata

Ketika cahaya mengutuk

cahayakah yang menerangi gelap, atau gelap yang menghalangi cahaya?

Surat untuk Aquina, Merindu

Padahal dulu tiada pernah itu kita pusingkan karena tak punya kepentingan..

Aku Menyetubuhi Puisiku

Menjelaga tubuhku pun aku rela selamanya aku ‘kan tetap bersamanya merajut melukis dikara ribuan aksara dalam syahdu mendayunya belaian rima …A… …E… …I… …O… …U… logat desah rimaku padanya tersaji berlarik-larik memain bahasa hingga bergetar tubuhku oleh nektar diksi-diksi...

Tembang Iba Rimba Raya

 Tembang Iba Rimba Raya Ada pokok pohon kayu tua dengan pasrah dan rela berderak tumbang sendiri di tengah rimba raya. Hatinya rekah bak mawar merah yang mekar membuka menampung bias cahaya. Hewan dan tetumbuhan tersentak senyap sejenak mendengar jerit...

Galaksi Nusantara

oh, galaksi nusantara beri aku keindahan bulanmu untuk menghias batin berseteru

Yang Kupanggil Neknang dan Neknu

Yang Kupanggil Nenkang dan Neknu di hening tahajudmu nan khusyuk sujudmu menghiasi yang sepi merajuk terpancar keikhlasan bertengadah dan merunduk tiada beban yang bersandar di pundakmu semua kau luruhkan untukku, : Lipul cucumu  – walau di matamu selamanya aku...